UJIAN TERBERAT LELAKI

December 3rd, 2008 by feni-rose

Ustad Jefri  waktu ditanya bener gak pasha pernah mengutarakan niat poligami bilang ; “perempuan, itu ujian terberat laki2″,  Aa gim sebelum ketawan poligami bilang, ujian terberat bapak2 adalah kalau gak boleh poligami dan ujian terberat ibu2 adalah dipoligami.  Kasian amat ya …ujian terberatnya cuma sebatas sahwat….. sama kayak kambing.

Padahal mereka kan “Ustad”  ( bener deh gw gak tau lho kriteria orang disebut ustad itu apa???), ujian terberat mereka harusnya adalah kesombongan, karena mereka dekat dengan keinginan menyerupai kesempurnaan Allah.  Karena banyak orang sering keblinger liat ustad dikira liat malaikat.  Karena banyak perempuan rela dikawin sama ustad karena mengira itulah tiket gratis masuk surga.   Masak ustad liat perempuan bening dikit langsung kalah…sahwat kan sebatas ujian fisik??  Ngapain tiap tahun latihan puasa kalau pas ujian selalu gak lulus…atau lebih tepatnya, lebih seneng gak lulus daripada naik kelas..karena gak bisa kawin mawin….marmut kali’.

Gue berpikir:  kalau tanda2 kita tidak lulus ujian kehidupan ini adalah kita kembali mendapatkan cobaan atau masalah serupa berulang kali, maka laki2 yang berulang kali tergoda kawin lagi (baik dengan surat atau modal aurat) artinya gak lulus2 ujiannya.. dan batas toleransi menurut agama cuma 4.  Lebih dari itu artinya…… goblok!!  (udah 4 kali ujian gak lulus2 juga).

“MAJALAH PEDOFIL”

November 28th, 2008 by feni-rose

Tadi iseng liat majalah “spice” yang gratisan.  Dari awal halaman udah jelas sih majalah itu diperuntukan cewek2 yang baru masuk kuliah (18-21an lah).  Tiba2 ada kolom yang judulnya Bodylicius dengan artikel2 pendek seputar:  “menelan sperma dan awet muda”, “manfaat petting”,  “Tanda2 keperawanan” dll.

Mungkin sudut pandang gw sudah beralih ya, dari anak gadis menjadi orang tua seorang anak gadis, jadi gw shock berat ada majalah anak remaja yang begitu “VULGAR” membahas topik2, yang menurut gw sama sekali bukan sex education …melainkan “ayuk ngesex education”.

Tahun lalu gw bahkan terpaksa membuang majalah TRAX yang tadinya mau gw beliin buat anak gw yang masih kelas7SMP (dia suka sekali dengan dunia musik), karena tiba2 di dalamnya ada artikel tentang “sex bebas”, lengkap dengan profil Ratu Felisha, yang mengatakan bahwa ‘ngeseks pertama kali dengan orang baru itu sangat mendebarkan’.. (pantes jantungnya sehat).

Tadi di KASSEL membahas pnelitian bahwa 62% gadis usia muda (SMP dan SMA) sudah tidak perawan.  Kak Seto prihatin dan bingung, orang tua disalahkan karena gak bener didik anak dan kurang berkomunikasi secara hangat.  Sementara Dea Imut yang diwawancara bilang ” habis anak2 kan memang suka melanggar peraturan, menurut mereka aturan ada untuk dilanggar”.

Dol (kependekan dari dodol),  sex pranikah di usia “tolol” artinya bukan melanggar peraturan….tapi kegoblokan yang segoblok2nya.  Lu pikir yang penting itu keperawanan??  Emang kalo hamil, kalo kena AIDS, kalo kena penyakit kotor…kalo terlanjur jadi pecun, bukan sebuah hal yang”penting dipikirin??”  Gimana ceritanya ada anak yang masih tolol, belum tentu bisa jawab ibukota Jawa tengah dimana, bisa pinter banget soal ngesek esek….?  bahkan tau kalo nelen sperma ada kemungkinan awet muda??

Gue pikir…editor majalah2 “sampah” itu pasti seorang pedofil.

Ironisnya, tak jarang kita juga temukan artikel2 soal AIDS, kondom sebagai pencegah AIDS, iklan kondom dengan rasa “setan”..yang seolah2 bertujuan baik mencegah anak muda kena AIDS akibat hubungan sex yang tidak aman bla bla bla (apalah dalih dan bahasa sok pinter lainnya yang gak  terlalu intelek, persis  spt kata2 julia perez waktu kondom gratisannya digugat meneg PP).

Kenapa propagandanya bukan “sex pranikah itu perbuatan anak muda TOLOL yang gak lebih pinter dari kambing yang mau disembelih??”  jadi kalo ada yang kena aids gara2 suka esek2 kami hanya bisa mengucapkan “EMANG ENAK??..MAKAN TUH KONDOM” ?

walaupun perilaku seks pra nikah di kalangan anak muda itu sudah banyak dijumpai, apa perlu majalah2 itu memuat artikel yang seolah menghalalkan sex pranikah????   Ibarat maling itu sudah pasti salah, gak harus kan ada artikel yang memberikan tips bagaimana cara membobol jendela tanpa ketauan??

Plis…..editor2 pedofil itu harus di kebiri.

Menertawakan Privasi

November 16th, 2008 by feni-rose

Hari ini penasaran baca artikel di Kompas soal privasi2an itu deh.  Intinya infotainment disebut sebagai biang rusuh privasi artis, dan reality show adalah penjahat privasi masyarakat awam.

Di acara silat lidah (alm) ada yang kirim surat ngomel2 soal infotainment.  Dia bilang “emang penting ya infotaiment”….”ngapain liat artis memodifikasi mobilnya, gak sensitif dengan kondisi masyarakat Indonesia yang lagi susah”.

Waktu itu sih gw jawab … “yang bilang infotainment penting juga siapa??”  ” dan soal liputan artis modifikasiin mobilnya atau tontonan artis lagi papsmear…suka atau enggak .. itu masalah selera”  Sama seperti selera temen gw yang suka banget sama Dewi Persik, dan ada yang menganggap DP itu perempuan yang berani membela dirinya sendiri….ada juga sih yang mual2 tiap liat dia di TV, tapi ada juga yang kegirangan liat dia lagi di pap smear dengan posisi……you know lah.

Demikian juga dengan masalah selera diobok2 privasinya.  Terus terang gw rasa penulis artikel di Kompas itu agak naif….kalau tidak bisa disebut sok baek sama artis.. atau.. kurang pinter…atau emang sengaja biar asumsi tulisannya terbukti.  Kalau kita jeli melihat tingkah polah dan statment2 para artis di infotainment…harusnya kita bisa melihat, mana yang memang doyan diobok2 privasinya, mana yang sengaja mengundang wartawan untuk mengobok2 privasinya, mana yang sengaja bikin dirinya butek seolah2 habis diobok2 orang. 

Dengan tidak mengecilkan sejumlah artis yang memang tidak suka mengekspose kehidupan pribadinya….banyak artis yang sebaiknya omongannya tidak usah dimasukan dalam hati.  Termasuk pengakuan mereka bahwa mereka trauma ketemu wartawan, menjadi korban infotainment, dan sebagainya dan sebagainya.  Percayalah padaku…. Intinya,  pernyataan salah satu publik figur yang dimuat kompas tadi, sudah membuat gw geleng2 kepala dan bergumam…LEBAY  OH LEBAY….(coz i know the real truth..)

Jadi hakimilah aku, sebagai bagian dari mata rantai infotainment….  Seperti sudah dilakukan oleh banyak orang di internet (bla..bla..bla..emang gw pekeren).  Karena semakin sadis gw membawakan berita… semakin kontroversial berita itu berkembang…. gw tau ada yang merasa misinya berhasil.  Yaitu berhasil menaikan rating, berhasil menyampaikan pesan buat lawan nya, berhasil menentukan imagenya, berhasil menaikan penjualan kasetnya, berhasil membuat penonton menyaksikan film terbarunya, atau sekedar berhasil membuat orang inget lagi sama dia.  (nggak semua mungkin, tapi paling enggak, banyak lah).

Hakimilah aku dan bilang gw pendosa tukang gibah……Kenyataannya….

Selebritis itu bukan manusia biasa. .. (yang bilang selebriti juga manusia berarti lagi lebay hebat).  Kenapa?  karena yang dijual dari dirinya bukan semata2 bakat.  Tapi juga image, story, kontroversi…bla bla bla….4P, PDB  dan lain2.

Dan mengutip kalimat favorit gw dari seorang Artis Titit Kamal….

“hiks hiks hiks….jiwa saya adalah acting”.

Pernah denger kan ada artis yang ngomong kalo dia lebih suka diwawancara soal karyanya daripada kehidupan pribadinya???  Well, kejadian Titi Kamal sudah cukup membuktikan…. ditanya soal karya, lebih menyakitkan dari pada digosipin udah kawin sama pohon beringin… buktinya dia nangis sampe sesunggukan begitu gara2 ditanya kenapa cuma muncul sedikit di film terbarunya…..emang enak????? paling enak emang dipuji2,,, kalo dikritik mau gak???? mending digosipin kaleeeee….. plis… LEBAY!!!!!

Tanda2 Percaraian Artis

October 8th, 2008 by feni-rose

     Bukannya gw dukun mangkanya gw bisa membaca bakal ada perceraian di rumahtangga pasangan artis tertentu, tapi itu hanyalah karena gw amat peka membaca perubahan sikap dari seseorang.

    Ada seorang penyanyi kondang yang pertama kali ketemu gw sikapnya ramah luar biasa.  Seakan2 kita sudah lama ketemu di layar infotainment.  tapi kali kedua kita ketemu…jangankan menyapa, disapa aja sikapnya dingin sekali.  Waktu itu sih gw cuma membathin..emang gw salah apa ya? Gak taunya beberapa bulan kemudian berita perceraian si penyanyi itu ramai dan berseri di infotainment, persis seperti sinetron, apalagi ditambah bumbu sang penyanyi sempat hilang di airport.

     Adalagi seorang diva yang kemesraannya dengan pelatih marching band Tarakanita sempat membuat anak2 tarq patah hati berat.  Sikapnya selalu ramah persis seperti punya ipar yang supel dan murah senyum.   Tapi ketika tiba2 dalam sebuah kesempatan gw sapa dan dia menjawab dengan jawaban dingin serta menghindari tatapan mata, gw hanya membathin….masak sih mau cerai lagi…bukannya mereka pasangan yang mesra banget ya..  Dan ternyata satu tahun kemudian mereka benar2 cerai, setelah beberapa bulan sebelumnya konsultasi dengan seorang pengacara…(pengacara yang sama dengan pengacara penyanyi satunya).

     Dan, baru2 ini juga firasat gw terbukti benar dengan adanya perceraian baik2 dua pasangan penyanyi dan penulis.   Masalahnya gw sering banget ketemu suaminya waktu belanja..dan kita sering banget berhalo2 … tapi suatu hari… halo2 itu tidak seperti biasanya….Gw sih membathin lagi…ahhhh, lagi selingkuh kali dia soalnya sering banget ketemu gw di jakarta padahal istrinya tinggal di Bandung…hehehehe….gak taunya mau cerai juga.   

     Jadi ….. ternyata gw itu mahluk mengerikan buat pasangan artis yang mau cerai.  Tapi kadang2 ada juga artis yang tiba2 melakukan “klarifikasi pribadi” ke gw seputar gosip dirinya yang beredar di luaran.

   Tapi kalau ada yang mengira gw adalah orang paling tepat untuk ditanya kebenaran berita para artis….hohoho anda salah besar…. karena artis adalah: seperti kata Titi Kamal:  “jiwa saya adalah acting..hiks”

Pecundang Bukan Orang Gila

July 27th, 2008 by feni-rose

Suatu hari di acara Silat Lidah ada seorang istri yang rutin digebukin suaminya minta saran.  Tapi dia minta saran lain selain saran agar dia nuntut cerai.

Di hari lain, ada orang juga kirim surat ke Silat Lidah, bertanya apa sih yang membuat banyak perempuan begitu "betah" menderita.  Digebukin tabah, di polygami tabah, diduain sama gay juga tabah.

Kalau kita tidak sedang berada dalam "sepatu" perempuan2 itu, barangkali kita hanya bisa menduga2 alasannya.

Kalau alasannya adalah kemandirian ekonomi,  nyatanya ada banyak perempuan yang berpendidikan tinggi, dan bahkan punya gaji lebih tinggi dari suaminya pun, "tabah" jadi sangsak sang suami.

Kalau alasannya anak2, tidak sedikit juga perempuan yang "nekat" hamil lagi dan punya banyak anak, meskipun keadaan hamil tidak menghalangi bogem sang suami mendarat di mukanya.

Kalau alasannya "iman", bahwa istri yang tabah hadiahnya masuk surga, atau mimpi tentang keagungan cinta seperti film "ayat2 cinta" bisa menjadi bagian dari hidupnya….. mmmmmm …. (gw gak suka bgt ide film itu…sorry ya Habib..  Khayalan loe terlalu ‘ayam bakar wong solo’, dan "menyedihkan".  Seumur hidup gw belum pernah nemu laki2 yang sempurna sampai ditaksir begitu banyak perempuan gila)

Seorang psycholog yang pernah gw wawancara bilang, kadang korban KDRT sering dikondisikan tak berdaya dan bergantung pada dominasi "penjahat"nya.  Sehingga ide atau pikiran untuk lepas dari teror itu pun seakan mustahil.  Tapi ada juga kasus di mana si korban sendiri juga sering mengundang perilaku agresif pasangannya.

Mungkin kalau KDRT terjadi sama orang lain yang setengah kita kenal, kita bisa mengerti penjelasan si psycholog itu.

Tapi kalu KDRT terjadi sama orang yang kita kenal dengan baik, dan orang itu memilih untuk menutup rapat kekerasan yang dialaminya, bahkan begitu ‘Tabah" menghadapi beragam fitnah dari si "penjahat".

… rasanya gw pengen ambil alih permasalahannya dan gebukin balik tu suami.. gw damprat ibu mertuanya dan sodara2 ipar perempuannya yang nyinyir2..

Kenapa sih ada orang yang dibesarkan untuk belajar bahwa memukuli orang terutama perempuan, apalagi ibu dari anak2 nya itu adalah perbuatan yang bisa dimaklumi?  Apa orang itu dibesarkan dengan rasa percaya diri yang sedemikian rendah???

Dan yang paling menyebalkan ketika membahas masalah korban KDRT, adalah kita sibuk menanyakan alasan mengapa mereka begitu "Tabah"…Padahal pertanyaan yang lebih penting adalah

Tipuan apa sih yang dilakukan pelakU KDRT itu, sehingga bisa membuat korbannya betul2 merasa tak berdaya??? 

Penjelasan bahwa pelaku KDRT adalah orang gila yang sebetulnya patut dikasihani dan mendapatkan perawatan psikiater, adalah penjelasan yang paling enak.  Penjahatnya bebas dari rasa tanggung jawab….kan dia gila? 

Harusnya pelaku KDRT itu dipandang sebagai seorang pecundang egois,  yang tidak layak mendapatkan perhatian, pengorbanan dan pengabdian dari siapapun.

Tidak ada orang yang bisa jadi pahlawan dengan menolong seorang pecundang….  Pecundang harusnya ke laut aja.

PRINCESS

July 20th, 2008 by feni-rose

Snow White:

Perempuan bodo yang gampang diboongin sama nenek2.

Di dunia ini mana ada barang gratisan tanpa pamrih??

Go to fullsize image

Cinderella:

Perempuan minder yang kepercayaan dirinya bergantung pada materi.  Kalau tanpa sepatu kaca dia adalah ‘Upik Abu", tapi kalau pakai sepatu kaca…simsallabim….dia adalah Princess.

Aurora:

Perempuan keras kepala yang tidak bisa dilarang.  Semakin dilarang malah semakin dilakukan. 

Go to fullsize image

Ariel:

Mengorbankan kelabihan yang dimilikinya dengan sesuatu yang dia kira bisa membahagiakan pangeran impiannya.  Just be your self, dol!

Go to fullsize image

Belle:

Apa sih yang dia liat dari si Buruk Rupa?  Daa!!…..

Si buruk rupa kan kaya.  Dasar perempuan Matre.

Pocahontas:

Gw lupa ceritanya yang mana..

I QUIT!

July 18th, 2008 by feni-rose

Adik ipar gw, berenti merokok total setelah tau istrinya hamil.

Mantan gebetan gw, berenti ngerokok, sebagai kaul karena gak jadi di DO.  Tapi akibatnya…dia makan coklat dan jadi jerawatan..  Sekarang sih udah gantengan lagi karena berenti makan coklat, tapi kembali ngerokok.

Temen gw ada yang berenti ngerokok supaya nafasnya kuat waktu main bulutangkis….tapi berhentinya cuma tahan 1 bulan.

Suami gw….jangankan berenti ngerokok….Niat aja nggak punya!

Bokap gw, berenti merokok waktu gw berumur 6 tahun, setelah dokter meminta beliau memilih, antara tetap merokok, atau bisa melihat 3 anak perempuannya tumbuh dewasa dan menikahkan mereka.

Gw sama sekali tidak tertarik merokok…karena gw sangat menghargai pilihan bokap gw.  Beliau jauh lebih mencintai anak2nya ketimbang rokok….meskipun beliau gak pernah nyangka, akan menikahkan putri2 nya dengan para lelaki perokok.

Aniwe….Gw curiga, rokok lah penyebab gw gak bisa setinggi pragawati.  Karena adek gw yang lahir setelah bokap gw berenti merokok, punya tinggi badan lebih ketimbang kita ber3.

Sial…

Partai Politik

July 18th, 2008 by feni-rose

Suatu hari di acara Gubernur Kita, ada seorang petinggi parpol berbaju merah, bicara dengan berapi2 (setengah tersinggung, setengah marah, penuh rasa sombong), menanggapi komentar mahasiswa yang tidak percaya pada partai politik.  Petinggi parpol itu bilang, bahwa kalau mau merubah wajah negri ini, mau memperjuangkan nasib rakyat, maka tidak bisa tidak, partai politik lah tempatnya.  Karena kalau berjuang di luar institusi partai, mustahil bisa mempengaruhi arah kebijakan pemerintahan.

Lalu gw melihat di TV, Al Amin Nur Nasution, anggota dewan yang "terhormat" dari sebuah partai politik,  digelandang KPK karena kasus suap dan dicerai Kristina karena ketahuan minta fasilitas "perempuan" sebagai bagian dari "acara negosiasi"nya.

Lalu gw melihat di TV foto Max Moen (juga anggota dewan terhormat dari sebuah partai politik) yang bertelanjang dada, sedang "nyemek2" perempuan bertelanjang bahu yang non istri sahnya.  Ditambah lagi gw membaca ada gugatan dari mantan asprinya atas perbuatan pelecehan sexual oleh Si Max ini.

Jauh sebelun itu, gw ketemu Maria Eva, yang dengan lantang berujar "hampir semua anggota Dewan ya seperti itu"… Kemudian gw membayangkan laki2 "Berkumis Hitler" yang menjadi bulan2an ibu2 karena ketelanjangannya sama sekali tidak membanggakan,  (meskipun di "video mesum" itu dia kelihatan bangga sedang berbuat anonoh dengan Maria Eva).

lalu gw kembali mengingat2, bagaimana segerombolan petinggi parpol DKI, dengan jaket aneka warna, di acara "Gubernur Kita", melakukan "guyonan" seperti ini:

petinggi partai x:  "aduh haus nih, masak gak dikasih minum"

presenter perempuan (saya sendiri):  "walah pak, jangankan bapak, saya sudah berbulan2 shooting di sini juga nggak dikasih minum"

petinggi partai y:  " situ kan enak perempuan, kemana2 juga udah bawa susu"

petinggi partai x,y,dan z, dan a,b,c,d semuanya deh:

"hahahahahahahahaha….."

presenter perempuan (yaitu saya) hanya bisa  membathin:

"dasar orang kampung, becandanya aja kampungan, apa jadinya negri ini dipimpin sama orang2 yang becandanya menjijikan seperti mereka!!"

Saya lalu mambayangkan ibu2 minoritas di partai politik, yang selalu kebagian nomer sepatu waktu pemilu….Kasssssssiiiiiiaaaaaaaaaaaaann deh.

Kemudian saya membayangkan Negri ini..Indonesia yang saya sebut dengan bangga ketika melawat ke mancanegara…

Duh gusti….ada nggak sih partai politik yang intelek?  yang anggotanya betul peduli pada nasib rakyat, dan punya keahlian lebih dari sekedar nyemek2 perempuan atau melontarkan lelucon2 sompret?  Ada nggak sih sebetulnya anggota parpol yang betul2 layak mewakili suara gw di DPR??

Jangan pikir Sulit

July 17th, 2008 by feni-rose

Hari ini gw dapet pencerahan bahwa:  Segala sesuatu yang kita pikir sulit dijalani….pasti akan betul2 sulit dijalani.

Karena otak kita yang luar biasa ini, akan merespon segala kesulitan itu dengan kerumitan prasangka dan praduga.

So…jalani saja… pikirkan semua akan berjalan mudah.

STOP!

July 15th, 2008 by feni-rose

Waktunya berhenti mempertanyakan motivasi diri.

Berhenti memikirkan keadilan dan objektivitas.

Berhenti menjadi orang yang baik…atau agar dianggap baik.

Tidak ada keadilan di dunia ini….

Yang ada hanyalah konsekwensi dari setiap pilihan.

I’m a good person…

ya udah.